
Kenapa Memilih Monitor 144Hz untuk Editing dan Gaming?
Monitor dengan refresh rate 144Hz dulunya identik dengan gamer, namun belakangan banyak content creator dan editor profesional mulai mempertimbangkan monitor 144hz terbaik untuk editing dan gaming karena keuntungan pada responsivitas, pengurangan blur saat playback video, dan kemampuan menampilkan frame lebih mulus saat scrubbing timeline. Meski kebutuhan warna dan akurasi tetap prioritas untuk editing, monitor 144Hz yang tepat bisa menjadi solusi “dua fungsi” untuk pengguna yang butuh performa tinggi sekaligus reproduksi warna yang baik.
Apa yang Harus Dilihat: Spesifikasi Penting
- Panel (IPS vs VA vs TN) : IPS menawarkan reproduksi warna dan sudut pandang terbaik untuk editing. VA punya kontras lebih dalam, sedangkan TN punya latency paling rendah namun warna kurang akurat.
- Resolusi : 1080p masih umum untuk 144Hz, tapi untuk editing disarankan 1440p (QHD) atau 4K jika GPU dan anggaran mendukung.
- Akurasi warna : cari monitor dengan cakupan warna sRGB ≥ 99% atau Adobe RGB lebih luas jika kamu bekerja dengan cetak atau foto profesional.
- Kalibrasi : monitor yang mendukung hardware calibration mempermudah mendapatkan warna yang konsisten.
- Input lag dan response time : penting untuk gaming; cari response time 1–4ms GtG dan input lag rendah tanpa mengorbankan warna.
- Adaptive Sync : G-Sync atau FreeSync mengurangi tearing di game dan juga membantu playback video lebih halus saat scrubbing.
- Konektivitas : DisplayPort 1.4 untuk 144Hz pada resolusi tinggi, HDMI 2.0/2.1, USB hub, dan port USB-C/PD kalau perlu koneksi laptop.
Cara Menyeimbangkan Kebutuhan Editing & Gaming
Untuk pengguna hybrid (editor + gamer), berikut strategi memilih monitor 144Hz terbaik untuk editing dan gaming:
- Pilih panel IPS QHD 144Hz : kompromi terbaik antara ketajaman, warna, dan refresh rate.
- Pastikan cakupan warna cukup (sRGB ≥ 99%; idealnya DCI-P3 tinggi untuk video modern).
- Gunakan mode warna terpisah atau preset : satu mode untuk editing (sRGB/kalibrasi) dan mode lain untuk gaming (high contrast, response time rendah).
- Kalibrasi monitor secara berkala pakai colorimeter untuk tugas warna penting.
- Perhatikan ergonomi : tinggi, tilt, swivel, dan VESA mount akan membantu workflow editing panjang.
Rekomendasi Fitur Minimal & Tambahan
Minimal: IPS QHD, 144Hz, sRGB ≥ 99%, DisplayPort 1.4.
Tambahan (ideal): USB-C dengan Power Delivery, HDR400/600 untuk konten HDR ringan, hardware calibration, low blue light, dan ergonomics lengkap.
Contoh Setting untuk Editor & Gamer
- Mode Editing: sRGB, brightness 120–140 cd/m², contrast default, disable dynamic contrast.
- Mode Gaming: HDR on (jika ada), overdrive sedang, adaptive sync aktif, 144Hz refresh rate.
FAQ - Pertanyaan Umum
Apakah monitor 144Hz lebih baik untuk editing dibanding 60Hz?
Untuk akurasi warna murni, refresh rate sendiri tidak berpengaruh besar. Namun 144Hz membantu saat memutar footage bergerak cepat dan saat kamu melakukan scrubbing timeline; gerakan terlihat lebih mulus dan lebih nyaman. Jadi jika monitor 144Hz tetap memiliki panel berkualitas warna tinggi (mis. IPS dengan sRGB tinggi), itu pilihan unggul untuk pengguna hybrid.
Perlukah 4K untuk editing jika ingin 144Hz?
4K pada 144Hz memerlukan GPU kuat dan seringkali lebih mahal. Untuk banyak editor, QHD (1440p) 144Hz adalah kompromi paling bijak: cukup detail untuk editing dan masih memungkinkan refresh tinggi untuk gaming.
Kesimpulan & Rekomendasi Singkat
Jika kamu mencari monitor 144hz terbaik untuk editing dan gaming, prioritaskan panel IPS QHD dengan cakupan warna luas (sRGB ≥ 99% atau DCI-P3 tinggi), dukungan adaptive sync, dan kemampuan kalibrasi. Pilih model yang memungkinkan preset untuk editing dan gaming agar workflow tetap efisien. Dengan kombinasi spesifikasi ini, kamu mendapatkan monitor serbaguna yang cocok untuk content creator sekaligus gamer.