HnJxnamjFNAlOVF6Q1uObREh7avz80zCg0Efg9rw

Adanya Pengaruh Penggunaan Uang Elektronik terhadap Perekonomian Indonesia

Pengaruh Penggunaan Uang Elektronik


Adanya Pengaruh Penggunaan Uang Elektronik terhadap Perekonomian Indonesia - Pengaruh penggunaan uang elektronik termasuk salah satu bentuk kemajuan teknologi saat ini yang berhasil memunculkan sebuah uang elektronik berguna untuk menggantikan uang cash sebagai satu-satunya alat pembayaran ini bisa memberikan beberapa pengaruh positif serta negatif. 

Uang elektronik diberlakukan dengan harapan untuk mempermudah hidup masyarakat. Tidak hanya itu, ia juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dari sebuah negara. Maka dari itu, ia sangat berpengaruh terhadap bagaimana keadaan perekonomian dari suatu negara. 

1. Uang Elektronik dan Penjelasannya yang Perlu Diketahui :

Uang elektronik disebut e-money mempermudah masyarakat dalam bertransaksi pembayaran, yaitu dengan hanya membutuhkan internet. Pertama-tama, masyarakat harus  menyetor uang mereka terlebih dahulu. Setelah itu nominal tersebut akan diubah menjadi saldo e-money. 

Masyarakat bisa melakukan pembayaran dengan e-money, misalnya untuk memesan transportasi ojol (ojek online), membeli barang di toko online ataupun offline, dan mentransfer uang tanpa harus pergi ke ATM. Karna efisiensi yang ditawarkan, jangan heran jika banyak orang beralih dari cash menjadi menggunakan e-money. 

Di Indonesia sendiri, e-money terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk chip based berupa kartu dan bentuk server based (digital). Keduanya sama-sama praktis karena masyarakat tidak perlu bersusah payah membawa cash di dompet mereka. Di samping efisiensi yang dimiliki, dibawah ini terdapat juga pengaruh :

a. E-Money Dapat Menimbulkan Inflasi

Inflasi adalah peningkatan dari nominal harga terjadi secara terus menerus. Di sebuah negara inflasi harus dikontrol dengan baik karena berefek kepada keseimbangan dari ekonomi sebuah negara. Kalau tidak dikontrol dengan baik, hal ini bisa mengancam stabilitas sebuah negara tersebut. 

Inflasi bisa terjadi karena jumlah permintaan, biaya produksi mengalami kenaikan, dan struktural ekonomi yang statis. E-money tidak bisa secara langsung dianggap sebagai penyebab dari inflasi. Namun e-money akan mempengaruhi terjadinya inflasi akibat nilainya tidak sesuai dengan nilai cash.  

Maka dari itu, penggunaan e-money perlu diatur dengan baik oleh pemerintah. Nilainya harus sama dan tidak boleh lebih kecil atau lebih besar dari nilai mata uang. Kemungkinan bisa terjadi inflasi adalah jika terjadi perbedaan antara nilai barang ketika dibeli dengan harga sebenarnya. 

b. Pengaruhnya Terhadap Permintaan Uang Tunai dan Perilaku Masyarakat

Karena tingginya minat masyarakat terhadap e-money, tentu saja hal ini berpengaruh kepada permintaan dari cash. Akibatnya adalah permintaan cash akan menurun dibandingkan sebelumnya. Karena melakukan transaksi dengan e-money jauh lebih praktis dibandingkan harus selalu bersiap dan membawa sejumlah cash di dompet. 

Dari segi positifnya, pertumbuhan ekonomi dapat semakin membaik. Hal ini karena masyarakat sangat dipermudah ketika bertransaksi ekonomi. Masyarakat bisa melakukan transaksi ekonomi di mana saja tanpa perlu khawatir kekurangan. Bahkan banyak toko memberikan diskon khusus pengguna e-money. Akibatnya perilaku konsumtif bermunculan. 

Perilaku konsumtif yang meningkat dari masyarakat membuat mereka memiliki kecenderungan bersikap boros. Karena mudah dalam bertransaksi, masyarakat menjadi lupa untuk mempertimbangkan kebutuhannya dan berfokus untuk memuaskan keinginannya. 

Penggunaan e-money memang mempermudah masyarakat dan ikut membantu negara. Namun ia juga bisa memberi dampak buruk bagi sebuah negara dan ekonominya. Penggunaannya harus teratur sesuai dengan peraturan. Sehingga pengaruh penggunaan uang elektronik bisa terus memberikan hanya pengaruh yang positif dan tidak merugikan.

2. Dampak positif dan negatif dari Uang Elektronik

a. Dampak Positif

Untuk pemakai elektronik, e-money sebagai salah satunya langkah paling efesien saat lakukan beragam transaksi bisnis. Tanpa bawa banyak uang tunai dan dengan bawa e-money saja, saat bepergian juga semua dapat semakin praktis. Kadang banyak juga potongan harga atau promosi untuk pemakai uang elektronik.

Untuk ekonomi Indonesia, uang elektronik bawa imbas yang lumayan baik. Dengan proses transaksi bisnis yang makin mudah dan cepat, tingkat konsumsi warga akan naik. Putaran uang makin cepat dan memacu kemajuan bidang keuangan

b. Dampak Negatif

Ada keringanan saat lakukan transaksi bisnis membuat kita jadi konsumtif dan cenderung berlaku boros. Karena itu, dibutuhkan sikap bijaksana dalam pemakaian e-money sebagai alat transaksi bisnis.

Tingginya ketertarikan dalam pemakaian uang elektronik memacu berlangsungnya penipuan melalui dunia siber. Ada perampokan data, perampokan uang melalui elektronik dan lain-lain membuat kita pemakai layanan uang elektronik agar lebih waspada dan siaga. Penting juga untuk pemerintahan agar semakin mengetatkan mekanisme siber.

Demikianlah artikel mengenai pengaruh penggunaan uang elektronik terhadap perekonomian Indonesia, semoga bermanfaat.


Related Posts

Related Posts