HnJxnamjFNAlOVF6Q1uObREh7avz80zCg0Efg9rw

Mengenal Relay Elektromekanis

Relay Elektromekanis


Mengenal Relay Elektromekanis - Relay dan kontaktor listrik menggunakan sinyal kontrol tingkat rendah untuk mengganti suplai tegangan atau arus yang jauh lebih tinggi menggunakan sejumlah pengaturan kontak yang berbeda.

Di zaman sekarang ini kita telah melihat pilihan perangkat Input yang dapat digunakan untuk mendeteksi atau "merasakan" berbagai variabel dan sinyal fisik dan oleh karena itu disebut Sensor. Tapi ada pula beragam perangkat listrik dan electronic yang dikelompokkan sebagai perangkat Output yang dipakai untuk mengatur atau menjalankan proses-proses fisik external. Perangkat output ini biasanya orang memberi nama Aktuator.

Aktuator dapat merubah sinyal listrik menjadi jumlah fisik yang sesuai dengan gerakan, gaya, suara dan lain-lain. Aktuator dikelompokkan sebagai transduser karena mengubah satu macam jumlah fisik menjadi yang lain dan umumnya diaktifkan atau dijalankan oleh sinyal perintah tegangan rendah. Aktuator bisa dikelompokkan sebagai perangkat biner atau kontinu menurut jumlah status konstan yang dimiliki outputnya.

Misalnya, relay ialah aktuator biner karena mempunyai dua kondisi konstan, baik berenergi dan terkunci atau sebaliknya, sedangkan motor ialah aktuator kontinu karena bisa berputar lewat pergerakan 360 derajat penuh. Jenis aktuator atau perangkat keluaran yang paling umum adalah Relay Listrik, Lampu, Motor dan Pengeras Suara.

Kita telah melihat sebelumnya bahwa solenoida dapat digunakan untuk membuka kait, pintu, membuka atau menutup katup secara elektrik, dan dalam berbagai aplikasi robotik dan mekatronik, dll. Namun, jika penyedot solenoid digunakan untuk mengoperasikan satu atau lebih rangkaian kontak listrik, Anda dapat memakai perangkat yang disebut relay yang sangat berguna sehingga dapat digunakan dalam jumlah tak terbatas dengan berbagai cara.

Relay Listrik juga dapat dibagi menjadi relay aksi mekanis yang disebut "Relay Elektromekanis" dan relay yang menggunakan transistor semikonduktor, thyristor, triac, dll, sebagai perangkat pensaklarannya yang disebut "Relai Keadaan Padat" atau SSR.

1. Relay Elektromekanis

Istilah Relay umumnya mengacu pada perangkat yang menyediakan sambungan listrik antara dua atau lebih titik dalam menanggapi penerapan sinyal kontrol. Jenis relay listrik yang paling umum dan banyak digunakan adalah relay elektromekanis atau EMR.

Kontrol paling mendasar dari peralatan apa pun adalah kemampuan untuk menyalakannya "ON" dan "OFF". Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menggunakan sakelar untuk memutus aliran listrik. Meskipun sakelar dapat digunakan untuk mengontrol sesuatu, sakelar itu memiliki kelemahan. Yang terbesar adalah mereka harus secara manual (secara fisik) dihidupkan "ON" atau "OFF".

2. Konstruksi Relay Elektromekanis

Dalam relay sederhana memiliki dua set kontak konduktif listrik. Relay mungkin "Biasanya Terbuka", atau "Biasanya Tertutup". Sepasang kontak diklasifikasikan sebagai Biasanya Terbuka, (NO) atau membuat kontak dan set lain yang diklasifikasikan sebagai Biasanya Tertutup, (NC) atau putus kontak. Dalam posisi normal terbuka, kontak ditutup hanya ketika arus medan "ON" dan kontak sakelar ditarik ke arah kumparan induktif.

Dalam posisi normal tertutup, kontak ditutup secara permanen ketika arus medan "OFF" saat kontak sakelar kembali ke posisi normalnya. Istilah-istilah ini Biasanya Terbuka, Biasanya Tertutup atau Membuat dan Memutus Kontak mengacu pada keadaan kontak listrik ketika koil relay "dimatikan", yaitu, tidak ada tegangan suplai yang terhubung ke koil relay. Elemen kontak dapat berupa desain make atau break tunggal atau ganda.

Demikianlah artikel mengenai Relay Elektromekanis, semoga bermanfaat.


Related Posts

Related Posts

Post a Comment